Setiap penulis handal memulai belajar mengarang dari latihan membuat satu paragraf sederhana. Bukan dua, bukan tiga, atau lebih dari itu. Satu paragraf sederhana tetapi betul, dan mudah dipahami orang. Kita mulai yuk.
Pertama, setiap paragraf terdiri dari dua bagian, yaitu: (1) satu pokok pikiran dan (2) satu atau lebih penjelas. Ingat baik-baik kedua bagian itu. Bila perlu ucapkan berkali-kali dalam hati "SATU pokok pikiran" dan "SATU atau LEBIH penjelas".
Apa itu pokok pikiran? Dan, apa itu penjelas? Untuk mudahnya, pokok pikiran bagaikan induk dari anak-anaknya. Pokok pikiran adalah INDUK, sedangkan penjelas adalah anak-anaknya. Perhatikan contoh paragraf berikut ini.
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri dari satu kota dan empat kabupaten. Pertama adalah kota Yogyakarta. Kedua adalah Kabupaten Bantul. Ketiga adalah Kabupaten Sleman. Keempat adalah Kabupaten Gunungkidul. Kelima adalah Kabupaten Kulon Progo.
Perhatikan kalimat pertama yang berbunyi "Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri dari satu kota dan empat kabupaten". Kalimat tersebut bagaikan induk bagi kalimat-kalimat berikutnya. Kalimat pertama itulah yang disebut "pokok pikiran", atau dalam bahasa Inggris disebut "main idea". Jumlah pokok pikiran dalam satu paragraf hanya SATU buah, bukan dua, bukan tiga, dan seterusnya. Sekali lagi, jumlahnya hanya SATU.
Sekarang perhatikan kalimat-kalimat berikutnya, yang jumlahnya ada 6 (enam) buah. "Pertama adalah kota Yogyakarta. Kedua adalah Kabupaten Bantul. ... dsb". Kalimat-kalimat itu menjelaskan pokok pikiran. Kalimat-kalimat itu sejalur dengan pokok pikiran. Kalimat-kalimat itu tidak menyimpang dari pokok pikiran. Kalimat-kalimat itulah yang disebut "penjelas". Perhatikan, jumlahnya LEBIH dari satu.
Sekali lagi ingat-ingat, satu paragraf hanya terdiri dari 1 (satu) 'pokok pikiran'; tidak boleh lebih. Kalimat-kalimat lainnya, adalah 'penjelas', yang berfungsi menjelaskan 'pokok pikiran'. Oleh karena itu, penjelas tidak boleh menyimpang dari pokok pikiran. Dengan kata lain, pokok pikiran adalah induk, sedangkan penjelas adalah anak-anaknya.
Kedua, rumuskanlah pokok pikiran untuk satu paragraf. Misalnya, "Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri dari satu kota dan empat kabupaten". Perhatikan, pokok pikiran (induk) di sini dibatasi tiga hal, yaitu: (1) Provinsi Daerah Istimewa Yogyaarta, (2) satu kota, dan (3) empat kabupaten.
Ketiga, rumuskanlah penjelasnya. Ingat, penjelas tidak boleh menyimpang dari 'pokok pikiran'. Berdasarkan pokok pikiran di atas, penjelasnya hendaknya berbunyi, "Pertama adalah kota Yogyakarta. Kedua adalah Kabupaten Bantul. Ketiga adalah Kabupaten Sleman. Keempat adalah Kabupaten Gunungkidul. Kelima adalah Kabupaten Kulon Progo".
Untuk sementara jangan mempermasalahkan tanda-tanda transisi seperti: pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. Ikuti saja logika ini agar kelak Anda bisa terlatih seperti itu. Ingat, semua penulis handal memulai latihannya dari cara sederhana seperti ini. Kelak, Anda bisa menemukan kata-kata pengganti yang lebih baik, dan mudah dipahami oleh para pembaca.
Mari kita simpulkan. Satu paragraf harus terdiri dari satu pokok pikiran, tidak lebih. Kemudian, pokok pikiran diuraikan ke dalam satu atau lebih penjelas. Penjelas tidak boleh menyimpang dari pokok pikiran.
Perhatikan contoh lain berikut ini.
CONTOH 2.
Menurut Pola 17 plus, bidang garap bimbingan ada enam buah. Pertama adalah bidang pribadi. Kedua adalah bidang sosial. Ketiga adalah bidang belajar. Keempat adalah bidang karier. Kelima adalah bidang keluarga. Keenam adalah bidang keagamaan.
CONTOH 3.
Maaf Om dan Tante, kemarin pagi kami sekeluarga benar-benar sibuk sehingga tidak sempat ke rumah nenek. Setelah mencuci mobil, ayahku menata ulang posisi perabot di seluruh ruangan. Ibuku memasak, memindahkan pakaian dari jemuran ke kamar, lalu menyeterika. Adikku memperbaiki komputer sambil mengamankan datanya. Aku memilah ratusan surat dinas dan surat pribadi dan memasukkannya ke folder-folder, serta menandainya dengan stiker.
Mudah, bukan? Baiklah, mari kita mengerjakan latihan.
LATIHAN 1.
Paragraf berikut ini belum memiliki pokok pikiran. Rumuskanlah pokok pikirannya.
.............. .............. ....... ............ .................... .............. ................. ....................... ................. Rudi dan Jono mengenakan kemeja warna merah dan peci warna hitam. Toni dan Bambang memakai jaket warna putih dan topi warna biru. Ahmad dan Zaenal mengenakan gamis dan serban putih.
LATIHAN 2.
Paragraf berikut ini belum lengkap karena hanya terdiri pokok pikiran. Tugas Anda menuliskan penjelasnya.
Kelima atlet berikut ini berasal dari cabang olah raga yang berbeda. .......... ..... ............................................ ....................... ............................... .................... ......................... ............................ .............................. ...................... ..................... ..................... .......................... ................... ...................... ................... .................... ................... ..................... .................. ......................
LATIHAN 3.
Paragraf berikut ini salah. Tugas Anda adalah menemukan kesalahan tersebut.
Bimbingan dan pendidikan tidak bisa dipisahkan. Bimbingan merupakan bagian integral dari pendidikan. Bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada individu atau sekelompok individu yang memiliki masalah atau tidak memiliki masalah agar mencapai kebahagiaan dalam hidupnya. Oleh karena itu, bimbingan harus diselenggarakan di setiap lembaga pendidikan sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Sayangnya tidak setiap siswa di sekolah mau memanfaatkan layanan bimbingan. Di banyak sekolah, bimbingan dilakukan seperti polisi sekolah.
LATIHAN 4.
Lengkapi pokok pikiran berikut ini dengan penjelas.
1. Adikku memiliki empat alat tulis di tasnya.
2. Fredy tergolong anak berbakat, karena lima tahun terakhir ini memenangkan lima kejuaraan.
SELAMAT MENCOBA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.